
Cara Menanam Terong Hidroponik Sistem Sumbu (Wick) untuk Pemula
Cara Menanam Terong Hidroponik Sistem Sumbu: Menanam terong dengan sistem hidroponik kini semakin diminati karena lebih praktis, hemat tempat, dan cocok dilakukan di rumah. Salah satu metode yang paling mudah diterapkan oleh pemula adalah sistem sumbu atau wick system. Teknik ini tidak memerlukan pompa listrik sehingga biaya perawatan lebih ringan.
Selain sederhana, tanaman terong yang ditanam secara hidroponik juga dapat tumbuh subur apabila kebutuhan nutrisi dan media tanam terpenuhi dengan baik.
Contoh Hasil Terong Hidroponik Sistem Sumbu
Berikut contoh tanaman terong hidroponik sistem sumbu menggunakan galon bekas air mineral. Meski memakai wadah sederhana, tanaman tetap mampu tumbuh subur dan menghasilkan buah cukup banyak.

Pada gambar terlihat buah terong mulai lebat dengan warna ungu mengkilap. Batang tanaman tampak kokoh meski ditanam pada sistem hidroponik sederhana. Sistem sumbu seperti ini cocok untuk pekarangan rumah karena hemat tempat dan mudah dirawat.
Daun tanaman memang terlihat sedikit berlubang akibat gangguan ulat atau serangga, tetapi produksi buah tetap berjalan baik. Hal ini menunjukkan bahwa tanaman terong cukup adaptif selama kebutuhan nutrisi dan air tetap terpenuhi.
1. Pembenihan Terong Hidroponik
Tahap pertama adalah menyiapkan bibit terong berkualitas. Pilih benih yang sehat agar tanaman lebih tahan terhadap penyakit dan mampu menghasilkan buah yang baik.
Langkah pembenihan:
- Siapkan wadah semai kecil atau tray semai.
- Gunakan media semai seperti campuran tanah halus dan sekam bakar atau menggunakan Rockwool
- Masukkan benih terong sedalam kurang lebih 0,5 cm.
- Siram menggunakan air secukupnya agar media tetap lembab.
- Letakkan di tempat yang teduh tetapi tetap mendapat cahaya matahari atau ditutup menggunakan plastik hitam, dibuka setelah berkecambah
Biasanya benih mulai berkecambah dalam waktu 5–10 hari. Setelah bibit memiliki 3–4 helai daun, tanaman siap dipindahkan ke media hidroponik sistem sumbu.
Banyak pehobi hidroponik rumahan memilih bibit terong unggul dengan daya tumbuh tinggi agar proses semai lebih cepat dan seragam. Bibit seperti ini sekarang cukup mudah ditemukan di marketplace seperti Shopee dengan berbagai pilihan kemasan sesuai kebutuhan.
2. Menyiapkan Media Tanam Hidroponik
Sistem sumbu sangat cocok menggunakan bahan sederhana yang mudah ditemukan di rumah. Salah satunya memanfaatkan galon bekas air mineral.
Bahan yang diperlukan:
- Galon bekas air mineral 18 liter
- Kain flanel atau sumbu
- Nutrisi AB Mix buah
- Tanah atau Rockwool
- Air bersih
Cara membuat sistem sumbu:
- Potong bagian atas galon bekas.
- Lubangi bagian bawah pot tanam untuk memasukkan sumbu kain flanel.
- Isi bagian bawah galon dengan larutan nutrisi AB Mix.
- Masukkan media tanam berupa campuran tanah dan bahan pendukung lain agar akar dapat berkembang.
- Pasang sumbu sehingga menyentuh larutan nutrisi di bagian bawah.
Sumbu akan membantu mengalirkan nutrisi menuju akar tanaman secara perlahan. Metode ini sangat hemat listrik karena tidak memakai pompa air.
Keunggulan menggunakan galon bekas:
- Hemat biaya
- Mudah didapat
- Ramah lingkungan
- Cocok untuk pekarangan sempit
Pada foto larutan nutrisi terlihat warna kecokelatan karena bercampur unsur organik dari media tanam. Selama tidak berbau busuk dan EC masih stabil, larutan tersebut masih aman digunakan untuk pertumbuhan terong.
Untuk hasil yang lebih stabil, banyak penghobi hidroponik menggunakan nutrisi AB Mix khusus tanaman buah karena kandungan unsur haranya sudah disesuaikan untuk membantu pertumbuhan bunga dan buah terong. Produk AB Mix hidroponik saat ini juga mudah ditemukan di Shopee dengan ukuran mulai dari paket kecil hingga kemasan ekonomis untuk budidaya lebih banyak.
3. Menggunakan Alat TDS Meter untuk Mengukur Nutrisi
Dalam hidroponik, kualitas nutrisi sangat penting. Karena itu diperlukan alat TDS meter untuk mengukur tingkat kepekatan larutan nutrisi AB Mix.
TDS meter digunakan untuk mengetahui nilai:
- EC (Electrical Conductivity)
- PPM (Parts Per Million)
Kedua ukuran tersebut membantu memastikan tanaman mendapat nutrisi yang cukup dan tidak berlebihan.
Kisaran Nutrisi Terong Hidroponik
| Umur Tanaman | EC | PPM |
|---|---|---|
| Bibit muda | 1.2 – 1.5 mS/cm | 840 – 1050 ppm |
| Masa pertumbuhan | 1.6 – 2.0 mS/cm | 1120 – 1400 ppm |
| Masa berbunga & berbuah | 2.0 – 2.8 mS/cm | 1400 – 1960 ppm |
Pada gambar alat TDS meter terlihat angka sekitar 3186 µS/cm atau setara kurang lebih 3.1 EC. Nilai ini termasuk cukup tinggi untuk tanaman terong yang sedang berbuah. Pada beberapa kondisi, tanaman dewasa memang masih mampu berproduksi pada EC di atas 3.0, tetapi sebaiknya tetap dipantau agar akar tidak stres akibat larutan terlalu pekat.
Cara menggunakan TDS meter:
- Nyalakan alat TDS meter.
- Celupkan sensor ke larutan AB Mix.
- Tunggu angka stabil muncul pada layar.
- Sesuaikan kepekatan nutrisi sesuai kebutuhan tanaman terong.
Jika terlalu pekat, tambahkan air bersih. Jika terlalu rendah, tambahkan AB Mix sedikit demi sedikit.
Saat ini banyak TDS meter digital harga terjangkau yang cukup akurat untuk kebutuhan hidroponik rumahan. Beberapa penjual di Shopee juga menyediakan paket lengkap bersama larutan kalibrasi sehingga lebih praktis digunakan pemula.
Tips Agar Terong Hidroponik Cepat Berbuah
- Pastikan tanaman mendapat sinar matahari minimal 6 jam sehari.
- Ganti larutan nutrisi secara rutin.
- Periksa sumbu agar tetap dapat menyerap air dengan baik.
- Buang daun yang menguning supaya pertumbuhan lebih optimal.
- Gunakan nutrisi AB Mix khusus buah untuk membantu pembentukan bunga dan buah.
- Jika daun mulai banyak berlubang, lakukan pengendalian hama sejak dini menggunakan cara alami atau pestisida nabati.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Ditanyakan) – Cara Menanam Terong Hidroponik Sistem Sumbu
Apakah terong cocok ditanam dengan sistem hidroponik sumbu?
Ya, tanaman terong cukup cocok menggunakan sistem sumbu (wick system), terutama untuk skala rumahan. Sistem ini sederhana, hemat listrik, dan mudah dirawat oleh pemula.
Berapa ukuran wadah terbaik untuk terong hidroponik?
Terong memiliki akar yang cukup besar sehingga disarankan menggunakan wadah minimal 15–20 liter. Galon bekas air mineral 18 liter termasuk pilihan yang cukup ideal untuk satu tanaman.
Apakah sistem wick harus menggunakan pompa air?
Tidak. Sistem wick bekerja menggunakan kain sumbu atau flanel yang menyerap larutan nutrisi dari bawah menuju akar tanaman secara otomatis tanpa pompa.
Nutrisi apa yang cocok untuk terong hidroponik?
Umumnya pehobi hidroponik menggunakan nutrisi AB Mix buah karena kandungan unsur hara makro dan mikronya mendukung pertumbuhan bunga dan buah terong.
Saat ini nutrisi AB Mix hidroponik juga cukup mudah ditemukan di marketplace seperti Shopee dengan berbagai ukuran kemasan sesuai kebutuhan budidaya rumahan.
Berapa EC yang ideal untuk terong hidroponik?
Kisaran EC yang umum digunakan:
- Bibit muda: 1.2 – 1.5 EC
- Masa pertumbuhan: 1.6 – 2.0 EC
- Masa berbuah: 2.0 – 2.8 EC
Pada beberapa tanaman dewasa, EC di atas 3.0 masih dapat ditoleransi, tetapi sebaiknya tetap dipantau agar akar tidak mengalami stres nutrisi.
Berapa PPM yang baik untuk tanaman terong?
Nilai PPM biasanya mengikuti fase pertumbuhan tanaman:
- Bibit: 840 – 1050 ppm
- Pertumbuhan daun: 1120 – 1400 ppm
- Berbunga dan berbuah: 1400 – 1960 ppm
Pengukuran sebaiknya dilakukan rutin menggunakan TDS meter.
Kenapa daun terong berlubang?
Daun berlubang biasanya disebabkan oleh:
- Ulat daun
- Belalang
- Kumbang kecil
- Siput
Jika masih sedikit biasanya tidak terlalu berpengaruh terhadap hasil panen. Namun bila mulai banyak, lakukan pengendalian sejak dini menggunakan pestisida nabati atau pembersihan manual.
Apakah air nutrisi harus sering diganti?
Ya. Larutan nutrisi sebaiknya diganti secara berkala agar kualitas nutrisi tetap stabil dan tidak menumpuk kotoran atau jamur.
Untuk sistem wick rumahan, penggantian larutan biasanya dilakukan setiap 1–2 minggu tergantung kondisi air dan pertumbuhan tanaman.
Kenapa larutan AB Mix berubah warna menjadi cokelat?
Perubahan warna dapat terjadi karena:
- Campuran unsur organik dari media tanam
- Endapan nutrisi
- Paparan sinar matahari
- Lumut atau mikroorganisme
Jika air belum berbau busuk dan tanaman masih sehat, biasanya masih aman digunakan. Namun tetap disarankan mengganti larutan secara rutin.
Apakah terong hidroponik bisa berbuah lebat di rumah?
Bisa. Dengan sinar matahari cukup, nutrisi stabil, dan wadah yang memadai, tanaman terong hidroponik rumahan dapat menghasilkan buah cukup banyak meski menggunakan sistem sederhana dari galon bekas.
Apakah TDS meter wajib dimiliki?
Tidak wajib, tetapi sangat membantu. Dengan TDS meter, pengguna dapat mengetahui EC dan PPM nutrisi sehingga tanaman tidak kekurangan atau kelebihan pupuk.
Saat ini banyak TDS meter digital harga terjangkau yang dijual di marketplace online dan cukup akurat untuk kebutuhan hidroponik rumahan.
Penutup – Cara Menanam Terong Hidroponik Sistem Sumbu
Menanam terong hidroponik sistem sumbu (wick system) sangat cocok untuk pemula karena mudah, murah, dan tidak memerlukan alat rumit. Dengan memanfaatkan galon bekas air mineral, nutrisi AB Mix, serta bantuan alat TDS meter, tanaman terong dapat tumbuh subur dan menghasilkan buah berkualitas.
Contoh tanaman pada gambar menunjukkan bahwa metode sederhana pun tetap mampu menghasilkan panen yang baik apabila nutrisi, cahaya matahari, dan perawatan dilakukan secara rutin.
Anda bisa baca juga tulisan tentang Hidroponik Rumahan Panduan Lengkap Pemula
Tentang Penulis — Tim Editorial Barang Rekomendasi
Barang Rekomendasi adalah media informasi yang membahas berbagai topik seputar kebutuhan rumah tangga, pertanian rumahan, hidroponik, peralatan usaha kecil, hingga produk pilihan yang banyak digunakan masyarakat.
Artikel ini disusun oleh Tim Editorial Barang Rekomendasi berdasarkan:
- Pengalaman penggunaan langsung
- Praktik budidaya sederhana di rumah
- Referensi dari berbagai sumber pertanian dan hidroponik
- Pengamatan lapangan terhadap pertumbuhan tanaman
Kami berusaha menyajikan informasi yang mudah dipahami pemula dengan bahasa sederhana dan praktis untuk diterapkan sehari-hari.
Pada artikel ini, contoh tanaman terong hidroponik menggunakan sistem sumbu (wick system) merupakan dokumentasi nyata budidaya rumahan menggunakan galon bekas dan nutrisi AB Mix.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disediakan untuk tujuan edukasi dan berbagi pengalaman budidaya hidroponik rumahan.
Hasil pertumbuhan tanaman dapat berbeda-beda tergantung:
- Jenis bibit
- Intensitas sinar matahari
- Kualitas air
- Nutrisi yang digunakan
- Kondisi cuaca dan lingkungan
Nilai EC dan PPM pada artikel ini merupakan kisaran umum yang sering digunakan oleh pehobi hidroponik dan bukan standar mutlak untuk semua kondisi.
Beberapa tautan atau penyebutan marketplace seperti Shopee dapat mengandung tautan afiliasi. Jika pembaca melakukan pembelian melalui tautan tersebut, kami mungkin memperoleh komisi kecil tanpa menambah biaya pembelian Anda. Komisi tersebut membantu pengembangan konten edukasi gratis di website ini.
Kami tidak mewakili merek tertentu dan tetap menyarankan pembaca membandingkan produk sebelum membeli.
Referensi Eksternal
Berikut beberapa sumber yang sering dijadikan rujukan dasar dalam budidaya hidroponik dan pengelolaan nutrisi tanaman:
- Kementerian Pertanian Republik Indonesia
Informasi umum pertanian, hortikultura, dan budidaya tanaman. - FAO — Food and Agriculture Organization
Referensi global tentang pertanian dan ketahanan pangan. - University of Florida IFAS Extension Hydroponics Guide
Panduan dasar hidroponik dan nutrisi tanaman. - Royal Horticultural Society (RHS) Gardening Advice
Tips budidaya tanaman sayur dan perawatan tanaman rumahan. - Shopee Indonesia
Referensi marketplace untuk mencari bibit terong, nutrisi AB Mix, dan alat TDS meter hidroponik.
